Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kupas Tuntas! Cara Budidaya Umang-umang Hias


Keong laut darat biasa disebut umang-umang atau kelomang. Habitat hidupnya adalah di pantai. Umang-umang mencari makan di malam hari, jika siang hari mereka lebih senang bersembunyi di balik daun, batang kelapa atau mengubur diri di dalam pasir. Umang-umang termasuk dalam hewan omnivora.

Umang-umang bisa dijadikan hewan peliharaan. Ada bermacam-macam jenis umang-umang yang bisa dijadikan hewan peliharaan seperti Coenobita brevimanus, Coenobita cavipes, Coenobita violascens. Memang kurang familiar ya nama-nama itu di telinga awam namun para penggemar umang-umang sudah paham jenis-jenisnya.

Bentuk tubuh umang-umang biasanya kecil, dengan cangkang yang selalu dibawa kemana-mana. Namun sebenarnya cangkang atau rumah umang-umang merupakan rumah siput laut yang telah kosong.

Mereka memakainya untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Jika kita berjalan-jalan di sekitar pantai kita bisa melihat umang-umang yang sedang berjalan di antara pecahan batu koral atau batang-batang pohon.

Untuk pengembangbiakan buatan atau budidaya umang-umang memang masih sulit dilakukan. Karena sifat umang-umang yang hanya bisa bereproduksi di habitat aslinya.

Perlu waktu lama agar umang-umang bisa tumbuh dewasa dan berkembang biak. Namun upaya budidaya umang-umang sudah dilakukan oleh beberapa orang dan sudah ada yang berhasil.

Budidaya umang-umang bisa dilakukan dengan memahami karakternya dan mengetahui cara merawat umang-umang dengan tepat. Berikut langkah-langkah untuk melakukan budidaya umang-umang, yaitu :

Membuat replika habitat asli umang-umang

Umang-umang hidup di pantai yang berpasir, cenderung bersuhu panas, kering namun lembab. Untuk itu perlu disediakan wadah yang bisa di isi dengan pasir pantai dan perlengkapan yang menunjang seperti habitat asli umang-umang.

Bisa digunakan aquarium, ember atau baskom. Tambahkan daun-daun kering, batok kelapa untuk tempat bersembunyi umang-umang.

Wadah pakan

Untuk menaruh makanan dan minuman umang-umang diperlukan wadah yang tidak terlalu besar dan sebaiknya tidak dari bahan logam, dapat menggunakan bekas tutup botol air mineral atau wadah lain yang bentuk kecil saja. Jumlah wadah sekitar 3 buah yaitu untuk wadah makanan, wadah air minum tawar dan air minum asin.

Untuk wadah air minum beri sponge maritim asli yang berfungsi untuk mengatur kelembapan dan tumpahan air. Air minum sebaiknya air dari sumur atau air mineral. Air asin merupakan campuran air tawar dengan garam laut untuk umang-umang, tidak boleh menggunakan garam untuk masak.

Karena umang-umang adalah hewan omnivora maka makanannya bisa berupa sayuran atau daging seperti kelapa, labu siam, ikan, kacang, pisang, apel, bekatul dan wortel. Jumlah makanan jangan terlalu banyak disesuaikan dengan jumlah umang-umang yang ada dalam wadah. Makanan harus selalu segar sebaiknya diganti minimal 3 hari sekali.

Peralatan Lain Yang Dibutuhkan

Untuk proses budidaya umang-umang hias memerlukan beberapa peralatan yang juga sangat dibutuhkan seperti wadah untuk memandikan umang-umang, seprotan untuk menyemprot insang umang-umang agar tetap lembab, alat pengukur kelembaban dan suhu air.

Cangkang/rumah baru

Umang-umang tidak mempunyai cangkang sendiri sehingga ketika tubuhnya membesar cangkangnya tidak akan membesar untuk itu diperlukan cangkang baru sebagai gantinya. Anda sebagai pemilik umang-umang harus menyediakan cangkang baru.

Lindungi dari semut

Salah satu musuh umang-umang adalah semut. Untuk itu diperlukan pengaman agar semut-semut tidak menyerang umang-umang. Bisa dengan menggunakan kapur ajaib yang dioleskan disekitar wadah umang-umang. Wajib juga menjaga kebersihan lingkungan sekitar wadah.

Untuk lebih maksimal dalam melakukan budidaya umang-umang hias ini maka perlu juga mengetahui tahapan tumbuh kembang umang-umang, dan kapan waktunya umang-umang bisa mulai bereproduksi. Dengan upaya ini semoga mendapatkan hasil dengan berkembangbiaknya umang-umang. Selamat mencoba.