Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Baju Kurung : Busana khas perempuan Melayu Palembang


Inilah Baju Kurung pakaian khas harian perempuan Melayu Palembang pada masa lalu yang kini juga kerap digunakan pada istiadat khas atau acara-acara adat di Palembang.

Baju kurung perempuan Palembang sehari-hari biasanya dipadukan dengan sewet (kain) tenun jumputan atau bisa juga dengan sewet batik jupri. Pada gambar ini, menggunakan sewet dan selendang dari kain tenun jumputan.

Kain tenun jumputan ini berasal dari benang sutra. Untuk menghasilkan motif, maka kain akan dijahit dan diikat erat pada bagian-bagian tertentu kemudian dicelupkan dalam larutan pewarna sesuai keinginan.

Rambut perempuan Melayu Palembang akan selalu digelung malang (diikat sanggul cepol diatas) dengan diselipkan bunga melati atau kenanga. Tak lupa menggunakan subang (anting / hiasan telinga). Kalung tapak jajo atau kebo munggah akan tegantung dileher menjuntai hingga dada.

Kalung ini-pun ada maknanya. Seorang gadis yang belum menikah akan memakai kalung tapak jajo yang bertingkat/lapis 2, jika kalungnya bertingkat 3, maka disebut kebo munggah dan artinya perempuan tersebut telah menikah atau bersuami. Untuk alas kaki biasanya menggunakan selop tutup.

#pesonasriwijaya #palembang #melayu #charmingpalembang #exploreyoursouthsumatra #sumselmajuuntuksemua #melayupalembang #melayuraya