Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

44 Contoh Pantun Cinta / Pantun Melayu yang Sahdu

Meskipun zaman telah berubah, tetaplah budaya berpantun tetap lestari di negeri ini. Walaupun anak milenial saat ini penuh dengan kemajuan tetapi seni berpantun selalu saja digunakan.

Pantun Melayu adalah warisan budaya yang bernilai seni yang tinggi, faktanya hingga saat ini pantun Melayu Terwariskan secara turun temurun di seluruh nusantara dan tetap dilestarikan di seluruh masyarakat. 
Dibawah ini terdapat contoh pantun cinta Melayu yang khas akan makna tersirat yang terkandung dalam untaian kata. Biasanya kalau berbalas pantun cinta atau mengirim pantun cinta akan menambah suasana jadi hidup. 

Pantun Melayu Cinta / Pantun Cinta

Pergi ke pasar beli bumbu
Dimasak dengan diramu
entah seperti apa dirimu
aku tetap cinta padamu

Perut lapar ingin makan
Makan enak dengan ikan
Rindu di hati tak tertahankan
Malu sungguh jika diungkapkan

Lebih enak makan tiram
Jangan makan di bawah randu
Orang tenggelam di perahu karam
Hatiku karam di lautan rindu

Batang mawar memang kaku
tapi bunganya tetap terawat
jangan ragu akan hatiku
Karena cintaku tanpa syarat

Sungguh cantik bunga melati
Bunga cempaka di atas peti
Jangan adek bersusah hati
Abang disini setia menanti.

Api kecil dari tungku
Apinya kecil habis kayu
Sudah lama kutunggu-tunggu
Kapan kamu bilang I love you

Ayam goreng setengah matang
Belinya di depan tugu
Abang sayang, abangku ganteng
Adek di sini setia menunggu

Minum sekoteng hangat rasanya
Minum segelas ada yang minta
Laki-laki ganteng siapa yang punya?
Bolehkah aku jatuh cinta

Bagaimana memanjat pohon randu?
Tangan di atas kaki ke hulu
Bagaimana hati tak rindu
Orangnya lembut suka melucu

Paling banyak burung gelatik
Diatas terbang melayang
Memang banyak wanita cantik
Cuma engkau yang aku sayang

Seribu bebek di kandang singa
Hanya satu berwarna belang
Beribu cewek di Indonesia
Hanya engkau yang aku sayang

Bawa paku dipukul batu
Cicampur jamu di atas tungku
Cintaku cukuplah satu
Untuk kamu sepanjang waktu

Air mawar di dalam cangkir
Disimpan kendi di bawah parang
Sedari awal hinggalah akhir
Sayangku tercurah untukmu seorang

Sapu rumah hingga bersih
Atapnya satu dibawa pergi
Tatap mataku wahai kekasih
Cintaku satu tak terbagi-bagi

Daging ayam dibuat gulai
Hidangan lezat petang nanti
Dirimu seorang yang ternilai
Takkan pernah bisa diganti

Air arak diharamkan
Karenanya banyak nyawa melayang
Meskipun jarak memisahkan
Semua itu bukan penghalang

Jalan – jalan ke Kota Ratu
Beli roti berisi bulu
Mari cantik kita bersatu
Menjalin cinta di depan penghulu

Langit biru terlihat sendu
Warna hijau biru dan semu
Jarak jauh tumbuhkan rindu
Ingin selalu dekat denganmu.

Berlabuh orang menunggu
Hendak berlayar ke Siantar
Kalau jauh terasa rindu
Jika berjumpa terasa sebentar

Meski hanya sebuah jambu
Tetap bisa dibuat jamu
Meski jarang kita bertemu
Cintaku tetap hanya untukmu

Jikalau ikan di dalam kolam
Bunganya tumbuh di tengah taman
Jikalau cintaku sudah mendalam
Jarak yang jauh tak ku hiraukanhiraukan. .