Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Penanganan Keguguran selain Kuretase

Kehamilan merupakan suatu yang sangat menggembirakan oleh sepasang suami istri yang sudah lama menantikan buah hati begitu juga dengan saya, tepatnya setelah setahun kami menikah kami baru diberi amanah berupa garis dua tepatnya di bulan September 2020.

Sebelum mengetahui bahwa saya tengah hamil saya mendapati ciri ciri kehamilan berupa terlambat datang bulan. Setiap dua hari sekali saya tespek namun hasil menunjukkan garis satu sampai akhirnya pada hari ke 9 terlambat haid saya mendapati garis dua di tespek saya.
 
Setelah saya melakukan tes kehamilan pribadi saya langsung memeriksakan diri, apakah benar saya positif hamil. Ternyata benar saya hamil dan usia kehamilan saya masih 5 minggu. Saya merasa sangat bahagia karena setalah setahun menikah akhirnya Allah memberikan kepercayaan kepada saya, dan selanjutnya saya dianjurkan tes laboratorium untuk mengecek lagi kesehatan saya dan beberapa tes lainnya.
Kontributor : Indi Putri Amaliyah
Selang beberapa hari saya tidak merasakan hal yang aneh karena saya masih makan seperti biasa dan tidak merasakan mual maupun muntah.

Saya berpikir kalau saya ini sedang hamil kebo yang tidak merasakan mengidam (atau merasakan keinginan masakan tertentu).

Beberapa hari kemudian saya mengalami flek, saya menghubungi bu bidan, dan kata bu bidan saya harus melakukan USG. Saya akhirnya bersama suami memtuskan USG di tempat Dr. Parjito yang terletak di Jl. Sultan Agung No.34, Tegal, Jawa Tengah, Indonesia.
Menurut Dokter Parjito, saya tengah mengalami tanda-tanda keguguran, dan dianjurkan untuk bedrest total. Saya hanya diberi obat penguat kandungan dan disuruh datang lagi 2 minggu kemudian untuk melihat kondisi janin.

Sesampainya di rumah darah flek saya makin banyak hingga keluar banyak gumpalan. Saya menghubungi bidan lagi dan katanya saya tengah mengalami keguguran.

Saya dianjurkan lagi sama bidan untuk melakukan USG lagi untuk melihat apakah masih ada sisa jaringan di dalam rahim saya. Sore harinya saya langsung melakukan USG di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Ternyata benar setalah saya melakukan USG masih ada sisa – sisa jaringan di dalam rahim saya. Saya dianjurkan untuk kuretase.

Menurut penjelasan sama bu bidan kuretase adalah pelebaran rahim, yang berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa jaringan kehamilan.

Kuretase dilakukan dengan cara memasukan alat kedalam rahim lalu dibersihkan sisa-sisa jaringan kehamilan yang tertinggal. Menurut Bu Bidan kuretase tidak sakit karena pasien akan di bius total sehingga tidak merasakan apa apa selama proses kuretase berlangsung.

Menurut mitos yang beredar di Desa, Kuretase adalah hal yang sangat menyakitkan terlebih lagi saya belum pernah melahirkan sama sekali.

Akhirnya saya memutuskan untuk meminta menggunakan obat terlebih dahulu, jika obat masih belum bisa membersihkan sisa sisa jaringan janin saya bersedia melakukan kuretase.

Obat Pembersih rahim pasca KEGUGURAN di Apotik
Saya berusaha untuk menggunakan alternatif lain, saya meminum jamu kunir asem pagi dan sore selama kurang lebih 3 hari. Kunir asem merupakan warisan budaya yang dipercaya dapat membersihan sisa sisa darah haid dan darah kotor lainnya.

Setelah 3 hari saya USG, hasilnya menunjukkan bahwa sisa jaringan saya tinggal satu saya dianjurkan untuk tetap kuretase, tetapi sebelum kuretase saya cek laboratorium dan serta tes tespek lagi hasilnya sudah menunjukkan bahwa saya sudah negatif sehingga saya dinyatakan keguguran abortus lengkap. Alhasil saya tidak jadi di kuretase dan di USG lagi sudah dinayatakan bersih oleh dokter.