Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17 Wisata di Lubuklinggau terbaru yang Sedang Hits

Lubuklinggau merupakan suatu kota setingkat kabupaten paling barat wilayah provinsi Sumatra Selatan.

Kota yang berbatasan langsung dengan kabupaten Rejang Lebong, provinsi Bengkulu ini, memiliki semboyan “Sebiduk Semare” yang berarti masyarakat kota Lubuklinggau senantiasa bekerja sama dalam suatu wadah (kota) untuk mencapai suatu tujuan.

Kota Lubuklinggau terletak di daerah yang geostrategis, dengan menjadi Kota perlintasan jalur tengah Sumatra yang menghubungkan Provinsi Sumatra Selatan dengan Provinsi Bengkulu di sisi Barat, Provinsi Lampung di sisi Selatan dan wilayah lainnya di bagian utara Pulau Sumatra.

Dengan bertemunya berbagai arus lalu lintas tersebut, Kota Lubuklinggau menjadi Kota transit atau Kota pertemuan untuk berbagai kepentingan sosial, ekonomi dan budaya.
 
Bukan hanya itu, si cantik di ujung Sumatra Selatan ini memang menyimpan banyak keindahan. Bentang alam yang disajikan oleh tempat ini juga sangat indah dan menarik.

Wisata di Lubuklinggau Terbaru yang Lagi Hits

Jika Anda ingin mengunjungi kota Lubuklinggau, ada baiknya Anda melihat rekomendasi tempat wisata di Lubuklinggau di bawah ini.
 
Berikut daftar tempat wisata di Lubuklinggau terbaru yang sedang Hits yang bisa Anda gunakan sebagai referensi tujuan wisata.

Sungai Kelingi
Anda menyukai olahraga Raftling atau Arung Jeram? Jika iya, maka destinasi ke Sungai Kelingi adalah yang terbaik. Sungai Kelingi menjadi salah satu sungai yang menyediakan olahraga Raftling atau Arung Jeram bagi para pengunjung yang ingin merasakan cipratan air secara langsung sepanjang aliran sungai.
 
Perlengkapan seperti, Perahu karet, dayung, serta perlengkapan keselamatan lainnya seperti pelampung dan pelindung kepala sudah disiapkan.

Arus yang deras di sungai ini menciptakan tantangan tersendiri bagi Anda yang menyukai olahraga yang memicu adrenalin satu ini.
 
Sungai Kelingi terletak di Ulak Surung, Kec. Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Sungai ini berhulu di Bukit Barisan yaitu di Rejang Lebong, Bengkulu dan bermuara ke Sungai Beliti yang kemudian mengalir ke Sungai Musi.

Air Terjun Temam

Air terjun dengan ketinggian 12 meter dan lebar 25 meter serta kedalaman kolamnya yang mencapai 4 meter ini menjadi primadona bagi para wisatawan untuk dikunjungi.

Air terjun ini juga dikenal dengan air terjun “Niagara Mini”, karena bentuknya yang menyerupai Air Terjun Niagara.

Air terjun yang terletak di Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini, dikelilingi oleh pepohonan hijau, menambah daya tarik tersendiri bagi air terjun satu ini.

Berjarak sekitar 11 km dari Pusat Kota Lubuk Linggau. Gemuruh air jatuh sudah terdengar dari kejauhan saat Anda menuju ke air terjun ini. Kami sarankan untuk mengunjungi tempat ini saat musim hujan, karena debit air akan bertambah saat musim hujan tiba.

Air terjun Temam bukan dari pukul 7 pagi sampai dengan pukul 11 malam. Para pengunjung dikenakan tarif Rp.5000,- sampai Rp.10.000,- untuk memasuki kawasan wisata ini dan Rp.3000,- untuk parkir kendaraan.

Air Terjun Curug Leko

Tempat wisata selanjutnya yang harus Anda kunjungi adalah Air Terjun Curug Leko ini. Dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi, namun air terjun ini memiliki air yang jernih dengan debit air yang besar.

Air terjun ini masih sangat asri dan jauh dari tumpukan sampah yang kerap menjadi pengganggu bagi para wisatawan.

Anda bisa bermain air tanpa takut menuju ke aliran jatuhnya air di air terjun ini. berlokasi di desa Jukung, air terjun ini sangat mudah diakses. 

Jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Lubuklinggau, tepatnya di Jl. Sudirman, Jukung, Kec. Lubuk Linggau Selatan I, Kota Lubuklinggau. Air terjun ini buka 24 jam dan Anda bisa masuk tanpa harus membayar tiket masuk.
 
Air Terjun Sando

Anda ingin mandi di tempat pemandian yang dahulu untuk mandi para raja? Nah, konon katanya tempat ini adalah salah satu sumber air yang digunakan para raja untuk membersihkan diri.
 
Air terjun Sando memang memiliki pesonanya sendiri. Dengan air yang jernih dan rimbun pepohonan di atas tebingnya, membuat air terjun ini menjadi lebih sejuk dan asri.

Tak heran, jika air terjun ini menjadi salah satu yang paling difavoritkan bagi para wisatawan.
 
Perjalanan menuju tempat ini hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja dari pusat kota Lubuklinggau.

Dengan tiket masuk sebesar Rp.5000,- sudah termasuk parkir kendaraan. Buka dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 sore. Tempat ini pas sekali bagi Anda yang ingin melepas penat setelah berbulan-bulan bekerja.

Air Terjun Pelegan

Lubuklinggau memang terkenal dengan berbagai wisata alam khususnya air terjun. Air terjun yang satu ini berjarak 14 km ke arah selatan dari pusat Kota Lubuklinggau dan 3 km dari kawasan Kelurahan Air Temam.

Terletak di desa Air Temam, Kec. Lubuk linggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, dan. Untuk sampai di lokasi, Anda harus berjalan sekitar 10 menit, melalui jalan setapak yang lebarnya ± 1,5 m di tengah perkebunan karet penduduk.

Pengunjung juga harus melewati jembatan gantung yang di bawahnya mengalir air yang jernih sekali., Anda tidak akan menyesal saat sampai di lokasi, karena tempatnya sangat sejuk juga asri.
 
Masjid Agung As-Salam

Lubuklinggau juga memiliki wisata religi yang mengagumkan. Masjid Agung As-Salam merupakan salah satu masjid terbesar di Lubuklinggau. Masjid agung As-Salam terletak di jantung kota Lubuklinggau dan merupakan ikon dari kota Lubuklinggau.
 
Masjid ini dibangun di tanah seluas 10.000m2, dengan status tanah Waqaf. Luas bangunannya sendiri sangatlah luas, sekitar 900m2 dengan daya tampung sekitar 850 jama’ah.
 
Dengan design arsitektur khas timur tengah yang sangat indah, masjid ini sukses membuat orang-orang yang mengunjunginya terpana. Masjid ini memiliki 7 buah kubah dengan filosofi tujuh langit, tujuh masa dan tujuh surga dalam ajaran agama islam.
 
Pada sebelah kanan masjid, terdapat menara masjid yang dilengkapi dengan fasilitas lift kapsul. Jamaah dan wisatawan yang berkunjung dapat menikmati pemandangan Kota Lubuk Linggau dari ketinggian menara dengan menggunakan lift yang dibuka untuk umum.
 
Gubug Mang Engking

Jika Anda berkunjung ke Lubuklinggau, tak lengkap rasanya jika tidak menyusuri wisata kulinernya. Salah satu tempat dengan suguhan makanan yang enak dengan nuansa yang asri nan alami.

Tempat makan ini menyuguhkan nuansa alam dengan menyantap makanan di gubug di atas air. Anda bahkan bisa melihat ikan-ikan hias berkecipak-kecipuk di air.
Menunya sendiri sangat beraneka ragam, seperti kepiting lemuri, kepiting jantan, gurame, tilpia nila, ayam, cumi-cumi, sayur-sayuran, aneka sambal, dan menyediakan bermacam-macam jenis minuman.

Menu favorit dan paling laris dibeli konsumen adalah menu Pindang Ogan Sungai dan udang Bakar Madu. Pengunjung bisa memilih paket menu, seperti paket 10 orang Rp 921 ribu dengan beragam menu yang sudah disediakan.
 
Sambil menunggu pesanan, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas yang telah disediakan. Antara lain bermain sampan, bola air, bebek air, dan masih menjadi idaman kolam terapi ikan.

Tempat ini akan terlihat sangat indah saat malam hari tiba. Lampu-lampu memenuhi tiap gubug makan di tempat ini. membuat tempat ini menjadi lebih hangat dan juga syahdu.

Museum Sriwijaya Subkoss Garuda

Tempat selanjutnya adalah Museum Sriwijaya Subkoss Garuda yang terletak di Jl. Garuda No.1, Bandung Kanan, kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Kota Lubuklinggau dipilih oleh Subkoss (Sub Komando Sumatera Selatan) sebagai Markas Besar Komando Militer Sumsel selama perang Kemerdekaan I sampai menjelang awal perang kemerdekaan II karena tempatnya yang sangat strategis.
 
Museum ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan dimasa lalu serta tempat menyimpan beberapa peninggalan penting terkait kota Lubuklinggau. Museum Sriwijaya Subkoss Garuda ini buka dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore.

Nah, itulah beberapa tempat wisata yang ada di Lubuklinggau. Menarik bukan? Tunggu apa lagi, segera luangkan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat di atas dan liburan Anda pasti akan sangat menyenangkan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!