Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keunikan Pulau Kemaro Palembang ada Pagoda dan Pohon Cinta yang Melegenda

Jika Anda berkesempatan liburan ke Palembang dalam waktu dekat, jangan lupa singgah ke Pulau Kemaro karena pulau yang satu ini memiliki cerita unik dan memiliki keistimewaan tersendiri.

Pulau Kemaro yang berarti pulau yang tidak pernah tergenang air meskipun sungai sedang pasang, sehingga dari kejauhan pulau tersebut akan terlihat terapung-apung di atas perairan sungai Musi. 
Pulau Kemaro Palembang
Jika Anda berkesempatan liburan ke Palembang dalam waktu dekat, jangan lupa singgah ke Pulau Kemaro karena disini anda bisa menikmati hal yang menakjubkan seperti situs sejarah berupa klenteng dan pagoda.
Pesona Pagoda di Pulau Kemaro Palembang. 

Arsitektur pagoda di pulau kemaro sangat mirip dengan pagoda ala negeri tirai bambu. Sisi-sisi dinding pagoda sembilan lantai ini menggambarkan legenda Pulau Kemaro.

Bagian atas pagoda terdiri dari tempat ibadah umat Buddha yang sering digunakan masyarakat etnis Tionghoa.

Sehingga tak mengherankan bila pagoda ini ramai dikunjungi menjelang hari raya Imlek atau hari raya Buddha lainnya.

Bahkan, beberapa ruangan di dalam pagoda juga sering digunakan para peserta festival Imlek untuk menginap.

Sedangkan tepat di samping pagoda, ada klenteng Hok Tjing Bio yang lebih populer disebut klenteng Kwan Im. Disini juga terdapat makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan pengawalnya yang dipercaya sebagai asal usul terbentuknya Pulau Kemaro.

Pohon Cinta Pulau Kemaro yang Melegenda
Foto pohon cinta Pulau Kemaro Palembang

Di sudut Pulau Kemaro terdapat pohon yang disebut dengan Pohon Cinta, yang disebut sebagai lambang kisah cinta abadi dari Tan Bun An dan Siti Fatimah.

Kisah cinta abadi dari Tan Bun An dan Siti Fatimah memang menjadi yang melegenda dari Pulau ini.

Masyarakat setempat juga memercayai bila ada pasangan yang datang bersama dan menulis nama mereka pada pohon tersebut, maka cinta pasangan tersebut akan abadi.

Namun dengan adanya isu tersebut, pohon cinta akhirnya di pasangi pagar di sekeliling pohon, untuk menjaga pohon tersebut agar tidak rusak oleh pengunjung yang ingin menulis nama mereka di batang pohon cinta.