Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

500 Contoh Pantun Melayu Penutup Acara Resmi / Pantun Penutup Pidato

Menutup acara resmi menggunakan pantun memiliki makna tersendiri. Bahkan di masyarakat kita tidak asing dengan pantun penutup.

Pantun penutup acara bisa menjadi pilihan menarik yang dapat digunakan dalam penutup sebuah acara resmi maupun non- resmi.

Tak bisa dipungkiri, hingga saat ini budaya berpantun masih memiliki kharisma sebagai pesan syair penuh makna tersirat.

Banyak orang yang memakai pantun untuk menutup sebuah acara dalam mengakhiri pidato, MC atau mengakhiri kata sambutan pada sebuah acara. Nah berikut Contoh pantun Melayu penutup acara resmi.



Contoh 1
Jalan jalan ke Sungai Musi
Makan pempek ikan Tenggiri
Cukup sekian dari Kami
Lebih dan Kurang harap Dimaklumi

Contoh 2
Pergi ke danau memancing ikan
Perginya bersama kawan
Cukup disini saya sambutan
Terima kasih telah memperhatikan

Contoh 3
Menanam padi selalu di sawah
Meski ada banyak hamanya
Andai ada tutur kata yang salah
Mohon maaf yang sebesar-besarnya

Contoh 4
Makan sore dengan ketan
Sambil duduk dibawah pohon jati
Kalau ada kesalahan dalam ucapan
Mohon tidak dimasukkan hati

Contoh 5
Menanam jagung berbuah Durian
Tiap hari selalu disiram
Karena telah selesai sambutan
Saya akhiri dengan salam

Contoh 6
Pindang Kakap Gurame bakar
Dimakan petang Bersama Akum
Terima kasih sudi mendengar
Akhir kata Wassalamualaikum

Contoh 7
Jalan-jalan ke Sungai Musi
Jangan Lupa beli Ikan Tenggiri
Saya akhiri pidato ini
Lain kali kita sambung lagi

Contoh 8
Burung cantik burung Cendrawasih
Tertangkap mata ada di dahan
Cukup sekian terima kasih
Mohon maaf atas kesalahan

Contoh 9
Jalan-jalan ke Muara Dua
Mampir sejenak di Baturaja
Jika ada salah ungkapan kata
Mohon maaf sebesar-besar nya

Contoh 10
Pergi ke Baturaja naik Bis
Perginya seorang diri
Karena sambutan sudah habis
Saya pamit undur diri

Contoh 11
Danau Toba Sumatra Utara
Hulu nya di Sungai Musi
Apabila ada salah tutur bicara
Mohon maaf seikhlas hati

Contoh 12
Hari ini memotong kuku
Tak sengaja tergores luka
Maafkan kesalahan tutur kataku
Karena aku hanya manusia biasa

Contoh 13
Ban pecah tertusuk paku
Tepat di depan rumah bu Ningsih
Sampai disini pidato ku
Cukup sekian dan terima kasih

Contoh 14
Anak Gembala pandai bersulap,
Sulap dimainkan di tengah hari,
Salam penutup tak terjawab,
Kuulangi sekali lagi,
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Contoh 15
Pisau diasah pagi-pagi,
Bawa ke kebun untuk membabat,
Berakhir sudah pidatoku ini,
Semoga bisa memberi manfaat.

Contoh
Bunga bangkai si Rafflesia Arnoldi,
Baunya sungguh busuk sekali,
Pidato pendidikan sampai disini,
Semoga kelak berjumpa lagi.

Contoh
Pak Mamat punya burung Kenari,
Burung dijemur hingga siang,
Pembicaraan berakhir sampai disini,
Salah dan janggal mohon maafkan.

Contoh
Bayi merangkak di atas tanah,
Merangkak hingga ke belakang rumah,
Semoga pidato ini jadi berkah,
Untuk lentera di alam barzah.

Contoh
Karena godaan si tampan rupa,
Maka terayu putri mahkota,
Mohon maaf atas segala kata,
Yang mungkin mengusik lautan jiwa.

Contoh
Bertengkar tak ada guna,
Menang jadi abu kalah jadi arang,
Jangan malu untuk bertanya,
Saya tidak memakan orang.

Contoh
Putih-putih bunga melati,
Harum mewangi di pagi hari,
Pidato saya cukup disini,
Jika rindu harap hubungi.

Contoh
Bawa pinangan ke penghulu,
Hadiahkan dia sebungkus roti,
Maaf jika aku malu-malu,
Di depan ada pujaan hati.

Contoh
Di China ada pendeta,
Berpidato tak henti cakap,
Semua sibuk entah mengapa,
Sehingga salam penutup tak terjawab.

Contoh
Bertamasya ke penangkaran,
Melihat tiga anak buaya,
Jika ada yang ingin ditanyakan,
Silakan, sebelum saya lupa materinya.

Contoh
Jalan-jalan ke Taman Mini,
Singgah sebentar membeli kuaci,
Pidato saya sampai disini,
Lain waktu kita sambung lagi.

Contoh
Sungguh enak sayur buncis,
Dipulam bulat si buah pete,
Kututup pidato waktu sudah habis,
Bapak Kepala sudah mengode.

Contoh
Jari telunjuk untuk menunjuk,
Cincin kawin di jari manis,
Kulihat teman-teman sudah ngantuk,
Tenang saja, pidatonya sudah habis.

Contoh
Ke pulau seberang membawa barang,
Subuh hari berangkat berlayar,
Kalo pidatoku kurang panjang,
Silakan undang lagi, tapi bayar.

Contoh
Burung elang si burung buas,
Jinak-jinak burung merpati
Kalau kawan-kawan belum puas,
Besok bisa kita ulang lagi.

Contoh
Tahanlah pondok dengan kayu,
Untuk tempat makan berdua,
Jangan pada bubar dahulu,
Mari kita berdo’a bersama.

Contoh
Tebal bulunya si beruang kutup,
Cairan es ia jadikan minum,
Sebelum acara kita tutup,
Kuucapkan Wassalamu’alaikum (baca salam)

Contoh
Ternak-ternak si ikan teri,
Teri diternak dalam kolam,
Karena telah sampai di penghujung materi,
Kuakhiri dengan salam (baca salam)

Contoh
Mahal harganya si batu bacan,
Bacan dibeli dari Pesisir Selatan,
Salam penutup aku ucapkan,
Semoga semua dalam Lindungan-Nya (baca salam)

Contoh
Gudang penyimpan si benih padi,
Padi dibawa ke tengah sawah,
Semoga kita bertemu lagi,
Salam penutup jadi pemisah (baca salam)

Contoh
Motor matic tak pakai rantai,
Panaskan mesin di pagi hari,
Berpisah bukannya bercerai,
Semoga salam mempertemukan lagi (baca salam)

Contoh
Berbaris shalat namanya syaf,
Magrib tiba matahari terbenam,
Bila ada salah kuharapkan maaf,
Akhir kata kuucapkan salam (baca salam)

Contoh
Subuh hari mencari nafkah,
Pergi ke pasar dengan becak,
Yang bertemu pasti berpisah, Salam terakhir hanya penjarak (baca salam)

Bersambung....